May 23, 2014

Nikmat dan Musibah

Saban hari dilewati nikmat dan musibah yang silih berganti. Hal itu membuatkan kita terkadangnya sedih meruntun hati dan terkadangnya pula gembira tak terperi. Resam manusia dan adat manusia. Ada masa naik dan turunnya.Yang pasti, kedua-duanya merupakan ujian yang mendatangi kita dengan pelbagai cara yang disusun oleh Allah. Ada banyak situasi manusia saat ditimpakan nikmat dan musibah.

Ada yang kaya, wang banyak setiap masa. Tapi hatinya lalai dan makin tenggelam dalam kemewahan. Zakat ke mana, puasa dilupa. Sujud pun cuma sekali sekala. Bila rasa sempat saja akan dibuat.

Si kaya yang lainnya pula, wangnya mengalir di jalan Allah. Menginfak buat kesenangan dan kemudahan insan lain. Hatinya terus terikat dengan syukur kepada Allah.

Ada yang miskin, papa tak berharta. Merasakan dirinya dianiaya Tuhan. Cuba mencari jalan pintas untuk kesenangan. Maka mencuri dirasakan lebih baik dari berusaha malam dan siang.

Si miskin ini pula. Hatinya redha tak dikurnia kemewahan. Membanting tulang malam dan siang. Asalkan yang halal, tak untung pun sudah memadai.

Bagaimana pula kita saat diuji? Pada situasi mana kita berdiri?

Nikmat dan musibah... 

Hakikatnya ramai yang tewas saat diuji dengan kemewahan ataupun kenikmatan. Bila diuji dengan musibah, mudahnya seorang hamba itu berteleku lama di atas sejadah. Berdoa panjang memohon supaya Allah memberikan kekuatan dan keimanan untuk menghadapi musibah yang dialami. Saat itu, lembutnya lidah mengadu rayu pada Allah. Merintih sehingga berderai air jernih. Kehadiran musibah rata-ratanya dilihat membuatkan kita lebih hampir dengan Allah. Saat itu juga kita mengakui bahawa Allah lah sebaik-baik penolong. Allah lah sebaik-baik tempat mengadu. Dan kita lebih senang menghabiskan masa mentadabur Al-Quran yang membuatkan hati merasa lebih tenang.

Toleh pada diri.

Bagaimana pula saat kita diuji dengan limpahan nikmat? Ada wang belanja. Makan hidangan yang lazat. Tersandar dalam kereta mewah. Berjaya dalam akademik dan kerjaya. Saat itu, apakah kita terus berteleku di sejadah berdoa pada Allah? Adakah masih kita merintih kerana kesyukuran kepada Allah? Apakah kita berlama-lama mentadabur isi surat cinta dariNya? Allah. Inilah yang dikatakan kenikmatan yang melupakan.

Rupa-rupanya antara nikmat dan musibah, ramai yang jauh dari Allah bila diuji dengan nikmat. Kerana nikmat itu lazat, kita tenggelam mudah tenggelam ke dalamnya berbanding musibah. Kerana itu sahabat-sahabat, bersyukurlah bila Allah tetap menguji kita dengan menimpakan musibah atau kesusahan. Walau diri kita merasa beban, yakinlah bahawa Allah telah mengurniakannya sesuai dengan kemampuan kita yang menerimanya. Allah masih mahu mendengar keluhan dan luahan hati seorang hamba yang betul-betul hanya mengharapkanNya.

Allah ampunkan kami. Berikan kami ujian yang mendekatkan kami kepadaMu, bukan yang menjarakkan kami dariMu. Ameen ya Allah.

Terima Kasih

1 comment:

  1. Pengen yang lebih seru ...
    Ayo kunjungi www.asianbet77.com
    Buktikan sendiri ..

    Real Play = Real Money

    - Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
    - Bonus Mixparlay .
    - Bonus Tangkasnet setiap hari .
    - New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
    - Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
    - Cash Back up to 10 % .
    - Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

    untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
    - YM : op1_asianbet77@yahoo.com
    - EMAIL : asianbet77@yahoo.com
    - WHATSAPP : +63 905 213 7234
    - WECHAT : asianbet_77
    - SMS CENTER : +63 905 209 8162
    - PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

    Salam Admin ,
    http://asianbet77.com/

    ReplyDelete

EpaL hiJaU EpaL MeRah © | Template Designed By Blog Bingkisan Hati